Agenda utama dalam program pembinaan ini adalah untuk Tekankan Disiplin Teamwork di setiap sesi latihan maupun pertandingan persahabatan. Kerja sama tim dalam basket tidak terjadi secara instan; ia membutuhkan kedisiplinan setiap pemain untuk menjalankan perannya masing-masing dalam strategi besar pelatih. Di Medan, atlet dilatih untuk disiplin dalam melakukan rotasi pertahanan, disiplin dalam berbagi bola (passing), hingga disiplin dalam melakukan screen untuk rekan setim. Tanpa kedisiplinan kolektif, strategi secanggih apa pun tidak akan berjalan efektif di atas lapangan.
Perbasi Medan meyakini bahwa kolektivitas adalah Kunci Kemenangan yang paling konsisten dalam jangka panjang. Seorang pemain hebat mungkin bisa memenangkan satu pertandingan lewat aksi individu, namun hanya kerja sama tim yang baik yang mampu memenangkan kejuaraan. Oleh karena itu, program latihan kini lebih banyak melibatkan simulasi game-play yang memaksa pemain untuk berkomunikasi secara intensif. Pemain yang egois atau enggan berkomunikasi di lapangan akan mendapatkan evaluasi khusus, karena perilaku tersebut dianggap sebagai hambatan bagi perkembangan tim secara keseluruhan.
Persiapan matang ini ditujukan agar klub-klub asal Medan mampu mendominasi di berbagai Liga Basket, baik di tingkat regional maupun nasional. Persaingan di liga basket menuntut ketahanan mental dan konsistensi performa dalam jadwal pertandingan yang padat. Dengan memiliki disiplin teamwork yang kuat, tim-tim asal Medan diharapkan memiliki sistem permainan yang tidak bergantung pada satu atau dua orang saja. Jika satu pemain sedang dalam performa kurang baik, sistem kerja sama yang Tekankan Disiplin Teamwork akan menutup celah tersebut sehingga stabilitas tim tetap terjaga selama kompetisi berlangsung.
Selain di dalam lapangan, Perbasi Medan juga menerapkan disiplin kerja sama di luar lapangan. Para atlet didorong untuk membangun ikatan (chemistry) melalui kegiatan-kegiatan di luar jam latihan. Kedisiplinan dalam menjaga hubungan baik antar rekan setim dianggap sebagai modal dasar untuk menciptakan rasa saling percaya saat bertanding. Perbasi percaya bahwa tim yang solid adalah tim yang memiliki visi dan frekuensi yang sama. Oleh karena itu, aturan mengenai perilaku kolektif, seperti kewajiban mendukung rekan yang sedang melakukan kesalahan, menjadi bagian dari kurikulum pembinaan karakter atlet.
Inovasi lain yang dilakukan oleh Perbasi Medan adalah dengan melibatkan pelatih-pelatih ahli untuk memberikan workshop mengenai psikologi kelompok. Atlet diajarkan bagaimana cara memberikan kritik yang membangun kepada rekan setim tanpa merusak keharmonisan. Kedisiplinan dalam berkomunikasi ini sangat krusial, terutama dalam situasi pertandingan dengan tensi tinggi di mana emosi seringkali meluap. Kemampuan untuk tetap tenang dan saling mendukung di bawah tekanan adalah ciri dari tim yang sudah mencapai kematangan disiplin teamwork.
