Basket adalah olahraga dengan intensitas tinggi yang menuntut pemainnya untuk sering melakukan lompatan, baik untuk melakukan rebound, lay-up, maupun melakukan blok terhadap lawan. Namun, setiap kali seorang pemain melompat, ada risiko besar yang menanti saat kaki kembali menyentuh lantai. Tim pelatih dan medis dari Perbasi Medan memberikan perhatian khusus pada masalah ini, karena kesalahan dalam teknik pendaratan merupakan penyebab nomor satu terjadinya cedera serius, mulai dari keseleo tingkat tinggi hingga risiko tulang engkel tidak patah atau retak.
Teknik pendaratan yang buruk biasanya terjadi ketika pemain mendarat dengan kaki yang kaku atau lurus (locked knees). Dalam posisi ini, seluruh beban tubuh yang dikalikan dengan gaya gravitasi akan langsung menghantam persendian tanpa ada mekanisme penyerapan guncangan. Di pusat pelatihan basket di Medan, para atlet diajarkan bahwa kunci utama pendaratan yang aman adalah fleksibilitas sendi kinetik. Saat kaki menyentuh lantai, lutut dan pinggul harus segera menekuk untuk mendistribusikan energi benturan ke otot-otot besar seperti kuadrisep dan gluteus, bukan ke struktur tulang pergelangan kaki yang rapuh.
Salah satu fokus utama dari Perbasi Medan adalah melatih memori otot pemain untuk selalu mendarat dengan kedua kaki jika memungkinkan. Mendarat pada satu kaki meningkatkan tekanan hingga empat kali lipat berat badan pada satu titik tumpu, yang sangat berbahaya jika permukaan lapangan tidak rata atau jika pemain mendarat di atas kaki lawan. Pemain juga harus memastikan bahwa mereka mendarat dengan bagian tengah telapak kaki (midfoot) terlebih dahulu, bukan langsung pada tumit atau hanya pada ujung jari. Pendaratan pada tumit dapat mengirimkan guncangan langsung ke tulang belakang, sementara pendaratan yang terlalu condong ke depan dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan yang berujung pada cedera engkel.
Selain teknik fisik, pemilihan sepatu basket yang memiliki dukungan ankle support yang baik juga ditekankan oleh para ahli di Sumatera Utara. Namun, sepatu sehebat apa pun tidak akan mampu melindungi jika mekanisme cara mendarat pemain tersebut masih keliru agar Engkel Tidak Patah. Latihan plyometric yang rutin sangat disarankan untuk membangun kekuatan otot penyangga di sekitar pergelangan kaki. Dengan otot yang kuat, sendi akan tetap stabil meskipun pemain harus mendarat dalam posisi yang tidak ideal di tengah kemelut pertandingan yang kompetitif.
