Kota Medan kembali membuat gebrakan kreatif dalam dunia olahraga dan kemanusiaan. Mengambil lokasi yang tidak biasa, yaitu di pusat keramaian sebuah pusat perbelanjaan, Perbasi Medan menggelar acara bertajuk “Dunk for Charity“. Konsepnya sangat menarik dan inklusif: setiap bola yang berhasil masuk ke dalam keranjang akan dikonversi menjadi nilai rupiah yang akan didonasikan untuk kegiatan sosial. Inovasi ini berhasil menarik perhatian pengunjung mall yang awalnya hanya berniat belanja, namun akhirnya ikut mengantre untuk mencoba peruntungan mereka mencetak skor demi kebaikan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga basket bisa menjadi media yang sangat fleksibel untuk menggalang kepedulian. Dengan membawa lapangan basket ke ruang publik, hambatan antara atlet dan masyarakat umum menjadi hilang. Siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bisa ikut berpartisipasi dengan memberikan donasi kecil untuk setiap kesempatan menembak bola. Pesan “setiap poin berarti” menjadi motivasi kuat bagi para peserta. Gerakan cetak skor ini bukan lagi tentang gengsi atau kemenangan tim, melainkan tentang seberapa banyak kita bisa berkontribusi untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Hasil dari pengumpulan dana melalui aksi dunk for charity ini direncanakan akan disalurkan untuk membantu renovasi panti asuhan dan penyediaan fasilitas air bersih di pinggiran kota Medan. Strategi Perbasi Medan dalam memilih lokasi di mall sangat tepat karena mampu menjangkau kerumunan massa yang besar dan beragam. Selain itu, kehadiran beberapa pemain basket profesional lokal yang memberikan tantangan khusus bagi pengunjung menambah keseruan acara. Masyarakat merasa terhibur sekaligus bangga karena bisa menjadi bagian dari solusi atas permasalahan sosial yang ada di sekitar mereka melalui cara yang menyenangkan.
Secara organik, acara ini juga menjadi sarana promosi yang efektif bagi olahraga basket di Sumatera Utara. Banyak anak muda yang setelah ikut mencoba melempar bola menjadi tertarik untuk mendalami olahraga ini lebih serius. Inilah kehebatan dari sebuah program yang dirancang dengan matang: ia mampu memberikan dampak ganda, yakni di bidang sosial dan pengembangan minat bakat. Perbasi Medan menunjukkan bahwa organisasi olahraga tidak boleh kaku dan hanya berdiam diri di dalam GOR. Mereka harus mampu turun ke masyarakat, menangkap aspirasi, dan menjadi motor penggerak untuk bantu sesama dengan cara-cara yang kekinian.
